Sunday, December 21, 2025

Mengadopsi Sistem Pembelajaran Organisasi ke dalam Pendidikan Formal

 

Dok.Google

Maraknya angka pengangguran terhadap pemuda berpendidikan merupakan suatu hal yang tidak wajar. Pasalnya, setiap orang yang telah mengenyam pendidikan pasti memperoleh pelatihan – pelatihan dari suatu bidang. Tetapi pada kenyataannya, masih banyak orang yang menganggur dengan selembar kertas bertulis “LULUS” yang menjadi kebanggaannya. Dilansir dari detik.com kita mengambil sampel dari Jawa Barat, terdapat 243 ribu lebih lulusan dari perguruan tinggi yang belum mendapatkan pekerjaan. Perguruan tinggi menjadi penyumbang kedua dari banyaknya pengangguran setelah lulusan SMK (Sekolah Menengah Kejurusan). Hal itu tentu menjadikan timbulnya pertanyaan, ada apa dengan pendidikan di Indonesia?.

Sebuah perusahaan bukan hanya menginginkan karyawan yang berwawasan luas. Melainkan juga menginginkan kesesuaian action yang ditunjukkan oleh karyawan. Bagaimana karyawan mampu membawa dirinya dalam berbaur dengan rekan kerja serta dalam menaklukkan sasaran perusahaan. Calon pekerja masa depan harus mempunyai bakat dalam memimpin, salah satunya adalah keterampilan berbicara.

 Keterampilan berbicara tidak diperoleh dari hasil yang instan. Melainkan, dengan proses yang panjang. Seseorang yang mempunyai keterampilan berbicara baik adalah seseorang yang rajin berlatih secara berkala mulai dari awal pembelajaran hingga tidak terbatas kapan berakhirnya dan tidak lepas dengan yang namanya pendidikan. Seperti yang tertulis dalam jurnal dengan judul “Pemaksimalan Peran Guru dalam Pembelajaran keterampilan Berbicara di Sekolah”, dalam jurnal bervolume 12 itu membahas tentang beragam strategi pembelajaran keterampilan berbicara yang dapat diterapkan guru mulai dari jenjang yang paling dasar.

Cara yang paling efektif dalam mengengembangkan keterampilan berbicara adalah dengan memberikan kesempatan secara langsung bagi para pelakunya. Guru sebagai fasilitator pendidikan dapat dengan mudah mengidentifikasi peserta didiknya terhadap perilaku yang ditunjukkan siswanya. Dengan begitu, seorang guru dapat dengan mudah dalam memecahkan masalah dan memilih strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswanya.

Selain berdampak positif bagi pengajar, pengembangan keterampilan berbicara sangat memberikan efek baik bagi peserta didik. Di mana keterampilan berbicara akan mempengaruhi adaptasinya di lingkungan kelak. Sebab, keterampilan berbicara merupakan sebuah keterampilan yang memainkan ide, gagasan serta pengetahuan.

Keterampilan berbicara merupakan salah satu dari sekian banyak sistem pembelajaran yang diadopsi dari pembelajran yang diperoleh dari organisasi. Baik organisasi intra maupun ekstra yang disediakan di akademik atau sekolah maupun lingkungan masyarakat. Tujuan dari penulisan artikel ini salah satunya adalah menekankan para pengajar untuk lebih menerapkan sistem pembelajaran organisasi di dalam kelas.

Seperti yang diketahui sekarang ini, banyak pendidik yang hanya menekankan pengajaran kepada peserta didik untuk memperoleh pemahaman materi saja. Akhirnya, para  peserta didik hanya sibuk dengan mengerjakan tugas yang numpuk. Dampaknya, mereka sekarang ini memiliki kekurangan dalam hal kepekaan terhadap lingkungan. Mereka cenderung memiliki sifat egois, pendiam dan kurang memiliki sikap toleransi.

No comments:

Post a Comment

Mengadopsi Sistem Pembelajaran Organisasi ke dalam Pendidikan Formal

  Dok.Google Maraknya angka pengangguran terhadap pemuda berpendidikan merupakan suatu hal yang tidak wajar. Pasalnya, setiap orang yang tel...